USD/IDR Menguat Lagi, Rupiah Tertekan di Sekitar 15.654, Pantau Data AS dan Indonesia

  • Rupiah kembali melemah sejauh ini diperdagangkan di sekitar 15.654.
  • Para pedagang hari ini memantau PDB AS, PCE AS besok dan Inflasi Indonesia pada hari Jumat.
  • Rupiah diperdagangkan dalam kisaran yang semakin sempit, diprakirakan hari ini bergerak antara 15.630-15.680 per Dolar AS

USD/IDR membentuk gap ke sisi atas sebesar 16 poin pada pembukaan hari ini dari penutupan kemarin di 15.634, harga pasangan mata uang ini dibuka di 15.650, dan pada saat berita ini ditulis, sedang bergerak di sekitar level 15.654.

Indeks Dolar AS (DXY), pengukur Greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, stabil di 103,85 setelah rilis data Pesanan Barang Tahan Lama AS yang lemah. DXY membentuk pola candlestick doji, yang menandakan adanya keraguan di antara pedagang. Para pejabat The Fed yang memutuskan untuk tidak tergesa-gesa memangkas suku bunganya sampai melihat bukti lebih lanjut bahwa inflasi menurun secara berkelanjutan telah mendukung Dolar AS. Presiden Bank Federal Reserve (The Fed) Kansas City, Jeffrey Schmid, memberikan pernyataan pada hari Senin bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, dan mengatakan "Kita (AS) belum keluar dari masalah inflasi yang 'terlalu tinggi'."

Pada hari ini fokus pasar akan tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto Awal Disetahunkan (Kuartal 4). Kemudian fokus selanjutnya akan beralih ke data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) AS pada hari Kamis. PCE (YoY) untuk bulan Januari diprakirakan sebesar 2,4%, angka sebelumnya berada di 2,6%, sementara PCE (MoM) 0,3% versus 0,2% pada rilis data bulan sebelumnya. Data ini dapat memberikan isyarat baru terkait jalur penurunan suku bunga The Fed.

Selain itu, data Indeks Manajer (IMP) dan Inflasi untuk bulan Januari di Indonesia yang akan dirilis pada hari Jumat, patut diperhatikan dengan cermat. Inflasi (YoY) diprakirakan akan naik ke 2,58% dari 2,57% pada bulan sebelumnya, Inflasi (MoM) diprakirakan meningkat akan ke 0,2% dari angka sebelumnya di 0,04%. Para pelaku pasar juga mencermati utang pemerintah yang membengkak, dari yang tercatat dalam laporan dokumen APBN Kinerja dan Fakta Januari 2024, pada bulan Desember 2023 jumlahnya mencapai Rp 8.144,69 triliun dan pada bulan Januari 2024 menjadi Rp8.253,09 triliun, naik sekitar 1,33% pada awal tahun ini.

Rupiah Menjauhi SMA 100, Bergerak dalam Kisaran yang Semakin Sempit 

Pada hari ini, kisaran nilai tukar Rupiah diprakirakan berada di 15.630-15.680 per Dolar AS. Grafik harian USD/IDR di bawah ini menunjukkan bahwa harga terus bergerak ke atas menjauhi Simple Moving Average (SMA) 100, dan bergerak di dalam pola Segitiga Simetris dengan rentang yang semakin menyempit. Harga berpotensi untuk mencapai level resistance di 15.680 kemudian pergerakan naik harga dapat berlanjut ke level 15.735.

Di sisi sebaliknya, support terdekat bertengger di 15.580 dan 15.540, dan level selanjutnya terletak di 15.490.

Grafik harian USD/IDR 

Shimizu, BoJ: Kemungkinan Pencapaian Target Inflasi Masih Belum Cukup Tinggi

Direktur Eksekutif Bank of Japan Seiichi Shimizu memberikan beberapa komentar mengenai target inflasi bank sentral, dalam pidatonya setelah Indeks Harga Konsumen (IHK) Jepang yang dirilis pada hari Selasa.
了解更多 Previous

USD/INR Membukukan Kenaikan Moderat, Investor Menunggu Data PDB AS

Rupee India (INR) melemah di hari Rabu di tengah pemulihan moderat Dolar AS (USD). Pasangan mata uang ini kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran yang ketat karena arus masuk USD dari para importir dan potensi intervensi dari Reserve Bank of India (RBI).
了解更多 Next