AUD/USD Tetap di Bawah 0,6500 Jelang Keputusan RBA, Neraca Perdagangan Tiongkok

  • Dolar Australia masih diam di bawah level utama menjelang keputusan suku bunga RBA.
  • Bank sentral Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
  • Neraca Perdagangan Tiongkok diantisipasi naik ke $81,95 miliar dari sebelumnya $77,71 miliar.

AUD/USD berada di sekitar 0,6490 selama sesi Asia menjelang keputusan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan akan dirilis hari ini pukul 03:30 GMT/10:30 WIB. Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan di sesi sebelumnya karena kenaikan imbal hasil Treasury AS, yang membantu Indeks Dolar AS (DXY) pulih dari level terendah dua bulan, diperdagangkan di dekat 105,20. Namun, pada saat artikel ini ditulis, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun diperdagangkan di wilayah negatif di sekitar 4,63%.

Bank sentral Australia secara luas diantisipasi untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kemungkinan sebagai respons terhadap data Indeks Harga Konsumen (IHK) baru-baru ini. Kuartal ketiga tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi 1,2%, melampaui konsensus pasar sebesar 1,1%. Selain itu, Penjualan Ritel Australia yang disesuaikan secara musiman (MoM) untuk bulan September melebihi ekspektasi, dengan angka 0,9% dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 0,3%.

Para pelaku pasar kemungkinan akan fokus pada kepatuhan Gubernur Michele Bullock terhadap sikap hawkish baru-baru ini, yang mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga di masa depan. Selain itu, bank-bank besar Australia – ANZ, CBA, Westpac, dan NAB – menyesuaikan prediksi kenaikan suku bunga RBA sehubungan dengan kenaikan inflasi dan pernyataan hawkish dari para pengambil kebijakan RBA.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank Minneapolis Neel Kashkari menyatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin dengan Wall Street Journal bahwa, dalam hal kebijakan moneter, ia cenderung ke sisi yang terlalu berhati-hati, lebih memilih untuk melakukan pengetatan yang berlebihan daripada mengambil risiko tidak melakukan cukup banyak hal untuk menyelaraskan inflasi dengan target 2% dari bank sentral.

Selain itu, para pedagang juga menantikan data Neraca Perdagangan Tiongkok untuk bulan Oktober pada hari Selasa, dengan ekspektasi kenaikan menjadi $81,95 miliar, naik dari angka sebelumnya $77,71 miliar. Kenaikan Surplus Perdagangan yang lebih besar dari prakiraan dapat berdampak positif pada pasangan AUD/USD, mengingat peran penting Australia sebagai salah satu mitra dagang utama Tiongkok. 

 

Kashkari, The Fed: Pengetatan Tidak Akan Membawa Kita Kembali ke 2% dalam Waktu yang Wajar

Presiden Federal Reserve Bank Minneapolis, Neel Kashkari, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada hari Senin, mengatakan bahwa ia akan
Mehr darüber lesen Previous

PBoC Menetapkan Kurs Tengah USD/CNY pada 7,1776 versus 7,1780 Sebelumnya

People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan hari Selasa di 7,1776 dibandingkan dengan penetapan hari sebelumny
Mehr darüber lesen Next