Selandia Baru Memasuki Resesi Teknis – UOB

Ekonom di UOB Group Lee Sue Ann mengulas rilis terbaru angka PDB di Selandia Baru.

Kutipan Utama

Selandia Baru telah memasuki resesi teknis, dengan ekonomi turun 0,1% q/q di kuartal pertama 2023, dibandingkan dengan revisi turun 0,7% q/q di kuartal keempat 2022 (sebelumnya -0,6% q/q). Angka tersebut jauh di bawah proyeksi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yaitu tumbuh 0,3%.

Secara keseluruhan, terdapat tingkat ketidakpastian yang tinggi di seputar angka PDB terbaru, karena pandemi COVID-19 telah secara signifikan mengganggu pola musiman yang seperti biasa dalam data. Namun, penurunan diperparah oleh dampak cuaca ekstrem yang melanda negara tersebut sepanjang Februari dan Maret. Kami telah menurunkan prakiraan pertumbuhan PDB kami untuk tahun 2023 menjadi 0,7%, dari sebelumnya 1,3%.

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah melakukan pengetatan kebijakan paling agresif sejak 1999, ketika official cash rate (OCR) diperkenalkan, menaikkannya sebesar 525bp sejak Oktober 2021 menjadi 5,50%, tertinggi dalam 14 tahun. Namun, bank telah memberi isyarat bahwa kenaikan telah selesai. Kami mempertahankan pandangan kami bahwa OCR tetap di 5,50% untuk saat ini. Pertemuan RBNZ berikutnya adalah pada 12 Juli.

Dolar AS akan Tutup Pekan Ini dengan Pelemahan Akibat Divergensi Kebijakan Moneter

Dolar AS (USD) berada di jalur untuk performa bulanan terburuknya terhadap Euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) dan ketuanya, Christine Lagarde, meng
Leia mais Previous

USD/JPY Dapat Naik ke Level 145 – SocGen

Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneter saat ini pada pertemuan dewan kebijakan hari ini. Para ekonom di Société Générale mendiskusikan p
Leia mais Next