Forex Hari Ini: Pasar Diperdagangkan dengan Hati-hati di Tengah Pembicaraan Plafon Utang AS yang Akan Datang

Berikut ini adalah apa yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 18 Mei:

Pasar finansial diperdagangkan dengan hati-hati pada hari Kamis pagi, karena tawar-menawar mengenai pagu utang AS terus menggarisbawahi kekhawatiran gagal bayar. Saham-saham Asia mengalami kenaikan terbatas, meskipun ada kenaikan yang solid dalam indeks-indeks Wall Street.

Pada hari Rabu, sentimen risiko membaik dan membatasi momentum kenaikan Dllar AS setelah Presiden Biden menyatakan keyakinannya bahwa tidak akan ada gagal bayar di AS, sementara reli saham-saham bank-bank regional juga mengangkat sentimen secara keseluruhan. Reli bank-bank regional dipimpin oleh Western Alliance Bancorp sehari setelah pemberi pinjaman ini mengatakan bahwa simpanannya tumbuh lebih dari $2 miliar pada kuartal yang berakhir 12 Mei.

Pada saat artikel ini ditulis, indeks S&P 500 berjangka AS turun 0,11% pada hari ini, mengisyaratkan rasa kehati-hatian, karena para investor menimbang perkembangan terakhir seputar masalah plafon utang AS. Mengutip rancangan surat yang ditulis oleh para senator kepada Presiden Biden, CNBC News melaporkan pada hari Kamis pagi, "kami menulis untuk segera meminta agar Anda bersiap-siap untuk menggunakan wewenang Anda di bawah Amandemen ke-14 Konstitusi, yang dengan jelas menyatakan: 'keabsahan utang publik Amerika Serikat... tidak akan dipertanyakan."

"Menggunakan otoritas ini akan memungkinkan Amerika Serikat untuk terus membayar tagihannya tepat waktu, tanpa penundaan, mencegah bencana ekonomi global," tulis surat tersebut kepada Biden.

Sementara itu, Indeks Dolar AS berjuang untuk melanjutkan momentum pemulihannya setelah penurunan pada hari Rabu. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tampaknya membatasi kenaikan Dolar AS, untuk saat ini.

Menuju ke kalender Eropa yang sepi data, perdagangan yang berombak kemungkinan akan meluas dalam mata uang G10, dengan sentimen pasar yang menjadi pendorong utama. Di perdagangan Amerika, perhatian akan tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi AS tingkat menengah, termasuk Klaim Pengangguran mingguan, Indeks Manufaktur Fed Philly dan data Penjualan Rumah yang Sudah Ada.

Pidato dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (Fed) juga akan menghibur para pedagang di sesi mendatang.

EUR/USD diperdagangkan defensif di bawah 1,0850, karena Dolar AS mempertahankan kenaikan sebelumnya. Pasar keuangan di Jerman, Swiss, dan Perancis tutup untuk memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih, membuat pasangan mata uang ini bergerak di kisaran yang sudah dikenal di tengah likuiditas yang tipis.

GBP/USD menahan penurunan setelah menghadapi penolakan di bawah 1,2500. Pasangan ini tetap berada di posisi yang lemah di pagi hari Eropa menjelang kesaksian Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey mengenai Pengetatan Kuantitatif di hadapan Komite Pemilihan Keuangan Parlemen Inggris (TSC) pada pukul 09:15 GMT (16:15 WIB). Pembuat kebijakan BoE Dave Ramsden dan Ben Broadbent juga akan memberikan testimoni.

USD/JPY mengkonsolidasikan kerugian di dekat 137,50 setelah mundur dari level tertinggi harian 137,75 ke 137,29, mengikuti pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pasangan ini berada dalam zona merah meskipun data Perdagangan Jepang beragam, yang menunjukkan data ekspor dan impor negara tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

AUD/USD merupakan penggerak besar di Asia, awalnya pulih menuju 0,6700 sebelum berbalik tajam mendekati 0,6630 karena data ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan. Data terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan pada hari Kamis, lapangan kerja bersih turun 4.300 pada bulan April dari bulan Maret, ketika pemulihan dengan revisi 61.100. Sementara itu, Tingkat Pengangguran secara tak terduga naik menjadi 3,7% pada periode yang sama. Saat ini, pasangan ini diperdagangkan pada kisaran 0,6650, mencerna komentar optimis dari Duta Besar Tiongkok untuk Australia.

NZD/USD kembali menguat di atas 0,6250 karena imbal hasil Selandia Baru melonjak setelah Departemen Keuangan Selandia Baru menyatakan tidak ada resesi dalam rilis Anggaran.

USD/CAD memangkas kenaikan menuju 1,3450 di tengah stabilnya Dolar AS dan sedikit penurunan harga WTI setelah reli hampir 4% pada hari Rabu.

Harga emas masih rentan saat berada di bawah Moving Average (MA) 50-Daily, dan tampaknya akan melanjutkan penurunan sebelumnya menuju angka sekitar $1.970.

Perdagangan yang menghindari risiko juga terlihat di seluruh pasar kripto, dengan Bitcoin turun tipis menuju $27.000 sementara Ethereum mempertahankan angka $1.800 sejauh ini.

Kontrak Berjangka Emas: Pullback yang Lebih Dalam Tampaknya Tidak Mungkin Terjadi

Open interest di pasar emas berjangka menurun untuk 2 sesi berturut-turut pada hari Rabu, kali ini sekitar 22,4 ribu kontrak menurut pembacaan awal da
আরও পড়ুন Previous

Keputusan Suku Bunga BSP Philipina Sesuai Harapan 6.25

Keputusan Suku Bunga BSP Philipina Sesuai Harapan 6.25
আরও পড়ুন Next