Ekspektasi Inflasi AS Sentuh Kembali Tertinggi Dua Minggu Jelang Indeks Harga PCE Inti

Para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS, termasuk Ketua Jerome Powell, baru-baru ini memuji pelonggaran angka inflasi untuk menandakan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dimulai pada bulan Desember.

Namun, ekspektasi inflasi AS sesuai dengan tingkat inflasi impas 10 tahun dan 5 tahun sesuai data Federal Reserve St Louis (FRED), menantang bias dovish dengan menyentuh kembali level tertinggi beberapa hari. Hal tersebut juga akan menantang para penjual Dolar AS menjelang rilis pengukur inflasi pilihan The Fed, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS untuk Oktober, diprakirakan 5,0% YoY versus 5,1% sebelumnya.

Data terbaru dari ekspektasi inflasi 5 tahun dan 10 tahun masing-masing naik ke 2,41% dan 2,34% untuk mencapai level tertinggi sejak 15 November.

Meskipun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) menghentikan tren naik tiga hari sementara menggambarkan pelemahan harian terbesar dalam sepekan pada hari sebelumnya, yang juga merupakan penurunan bulanan terbesar sejak September 2010. Perlu dicatat bahwa indeks utama Wall Street bersorak-sorai dengan pernyataan dovish dari Ketua The Fed sementara imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah Amerika Serikat membalikkan kenaikan awal untuk mengakhiri November dengan pijakan negatif di sekitar 3,61%.

Perlu diamati bahwa DXY melanjutkan pelemahan hari sebelumnya ke 105,55 sementara Kontrak Berjangka S&P mencetak kenaikan tipis dan saham-saham Asia-Pasifik juga naik pada saat berita ini ditulis.

Singkatnya, prekursor inflasi itu menyarankan para pembeli USD untuk tetap berhati-hati menjelang data penting AS.

Baca juga: Pratinjau Inflasi PCE Oktober dan IMP Manufaktur ISM AS: Dilhat dari Sudut Pandang The Fed

Pelonggaran Pembatasan COVID di Tiongkok Mendukung Risiko

Reuters melaporkan bahwa kota-kota raksasa Guangzhou dan Chongqing di Tiongkok mengumumkan pelonggaran pembatasan COVID pada hari Rabu, sehari setelah
Baca lagi Previous

GBP/JPY Jatuh di Bawah 165,50 karena Inflasi Pangan Inggris yang Lebih Tinggi Meredam Proyeksi Ekonomi

Pasangan GBP/JPY telah turun tajam di bawah 165,50 dengan kuat setelah gagal melampaui rintangan penting 166,50 di awal sesi Tokyo. Pound Sterling men
Baca lagi Next